Kategori Produk, Multi-Satuan (UoM) & Kemasan Grosir
Efektivitas manajemen stok bergantung pada bagaimana barang diklasifikasikan dan diukur. Git Demo ERP mendukung hierarki kategori produk bertingkat (Parent-Child Tree), sistem multi-satuan berbasis kategori konversi (UoM Category), serta definisi kemasan pabrik grosir (Product Packaging).
1. Kategori Produk (ProductCategory)
Kategori produk berfungsi mengelompokkan barang ke dalam pohon klasifikasi yang terstruktur, seperti:
Makanan & Minuman $\to$ Minuman Kemasan $\to$ Susu & Olahan.
Manfaat Operasional Kategori Produk:
- Navigasi Layar Kasir POS: Kasir dapat menyaring produk berdasarkan kategori hanya dengan satu ketukan tombol di bilah atas antarmuka kasir.
- Audit Stok Bertarget (Stock Opname by Category): Manajemen dapat menjadwalkan inventarisasi fisik parsial untuk kategori berisiko tinggi (misalnya: Rokok & Tembakau atau Elektronik) tanpa perlu menutup operasional seluruh gudang.
- Pelaporan Analisis Penjualan: Laporan omzet penjualan dapat diringkas per kategori untuk melihat kontribusi terbesar terhadap pendapatan toko.
2. Kategori Satuan & Satuan Hitung (UomCategory & UoM)
Sistem mengadopsi standar pengukuran ilmiah yang membagi satuan ke dalam kelompok dimensi fisik:
- Unit / Kuantitas: Pcs, Buah, Lusin, Box.
- Berat (Weight): Gram, Kilogram, Ton.
- Volume: Mililiter, Liter.
- Panjang (Length): Sentimeter, Meter.
A. Satuan Dasar vs Satuan Turunan
Setiap Kategori Satuan wajib memiliki tepat 1 Satuan Dasar (isBase = true).
- Satuan dasar memiliki faktor konversi rasio =
1.00000. Contoh:Pcspada kategori Unit, atauKilogrampada kategori Berat. - Satuan turunan memiliki faktor pengali (
factor) terhadap satuan dasar. Contoh:- Satuan
Lusin$\to$factor = 12(artinya 1 Lusin = 12 Pcs). - Satuan
Kodi$\to$factor = 20(artinya 1 Kodi = 20 Pcs). - Satuan
Gram$\to$factor = 0.001(artinya 1 Gram = 0.001 Kilogram).
- Satuan
B. Aturan Immutabilitas Satuan & Faktor Konversi
Faktor konversi (factor) pada UoM yang sudah digunakan dalam mutasi persediaan atau faktur penjualan terkunci permanen.
Mengapa? Jika Anda mengubah faktor satuan Lusin dari 12 menjadi 10 setelah ada 100 transaksi penjualan yang tersimpan, maka pembukuan stok fisik historis akan seketika rusak dan menciptakan selisih fiktif di kartu stok.
3. Kemasan Produk Grosir (ProductPackaging)
Dalam perdagangan ritel dan distribusi grosir, satu produk sering kali dibeli atau dijual dalam beberapa bentuk kemasan pabrikan. Contohnya: Produk Air Mineral 600ml memiliki satuan dasar Botol, namun dijual dalam kemasan:
- Karton Kecil: Berisi 24 Botol.
- Pallet: Berisi 40 Karton (960 Botol).
Rincian Formulir Kemasan Produk
| Nama Field | Tipe Data | Keterangan & Validasi |
|---|---|---|
Nama Kemasan (name) | String | Nama kemasan komersial, misal: Dus isi 24 botol. |
Produk Terkait (productId) | Relasi (Product) | Produk yang dikemas. |
Kuantitas Satuan Dasar (qty) | Decimal | Jumlah satuan dasar dalam 1 kemasan (misal: 24.000). |
Satuan Dasar (uomId) | Relasi (UoM) | Satuan dasar produk (harus cocok dengan baseUomId produk). |
Kode Barcode Kemasan (barcode) | String | Barcode khusus yang tercetak di luar kardus kemasan (berbeda dengan barcode satuan botol di dalam). |
Aturan Eksklusif (Aturan XOR Transaksi)
Saat pengguna menginput baris transaksi pada formulir Sales Order atau Purchase Order, sistem menerapkan logika saling eksklusif (XOR rule):
- Pengguna memilih UoM langsung (misal: beli 5
Pcs), ATAU - Pengguna memilih Kemasan Pabrik / Packaging (misal: beli 2
Dus isi 24 botol).
Jika pengguna memilih Kemasan Pabrik, sistem secara otomatis mengunci kuantitas pengali dasar (qty_base = 2 * 24 = 48 botol) dan menerapkan harga paket grosir yang berlaku.
4. SOP Menyiapkan Satuan dan Kemasan Baru
- Buka menu Konfigurasi > Satuan Ukur (UoM).
- Pastikan kategori satuan yang diinginkan sudah ada (misal: Unit). Jika belum, buat Kategori Satuan terlebih dahulu.
- Tambahkan satuan turunan jika diperlukan (misal: nama
Box 10, pilih kategori Unit, set faktor konversi10.00). - Buka menu Produk > Master Produk, pilih produk yang ingin diberikan kemasan grosir, lalu klik tab Kemasan (Packaging).
- Klik Tambah Kemasan, masukkan nama kemasan, kuantitas isi, dan scan barcode kardus kemasan tersebut.
- Simpan konfigurasi. Sekarang petugas gudang dan kasir dapat langsung memindai barcode kardus untuk mencatat transaksi grosir secara otomatis!